| Bisnis Hotel Masih Prospektif |
| Thursday, 30 April 2009 09:28 | |
|
SEMARANG—Kondisi krisis tidak mempengaruhi pembangunan hotel di Indonesia, mengingat pasar makin prospektif. Tahun ini, Santika Indonesia Hotel and Resort (SIHR) akan membangun sedikitnya sembilan hotel baru di sejumlah kota besar di Indonesia. Corporate Director of Marketing SIHR Donny Tisnantoro di sela-sela penyelenggaraan Workshop Re-branding Hotel Santika Premiere dengan 90 travel agent di Semarang mengatakan, penambahan hotel baru ini terdiri atas lima Amaris Hotel, tiga Santika dan satu The Royal Collection (boutique villa). Hotel-hotel baru ini tersebar di beberapa kota yang potensial, di antaranya di Bumi Serpong Damai (BSD) City Serpong, Balikpapan, Banjarmasin, Palangkaraya, Ambon, Medan, dan Ubud Bali. “Dengan adanya penambahan hotel baru ini berarti jumlah hotel yang berada di bawah Santika Group kini mencapai 25 unit dari sebelumnya 16 unit. Ke depan manajemen Santika menargetkan 50 hotel di 2010 yang terdiri atas 25 Amaris Hotel, 20 Santika dan lima Royal Collection,” bebernya. Diakui, potensi permintaan kamar hotel di daerah-daerah yang akan dibangun hotel baru relatif tinggi. Ini dapat dilihat dari rata-rata okupansi hotel yang masih di atas 67 persen. Dicontohkan okupansi hotel di Bali dan Manado rata-rata setiap bulannya mencapai 80 persen. Krisis global yang melanda dunia ini, menurut Donny, belum begitu signifikan mempengaruhi okupansi Hotel Santika. Hal ini disebabkan 75 persen tamu yang menginap merupakan tamu domestik. Sedangakan untuk tamu atau wisatawan asing hanya turun sekitar 10 persen. Sedangkan untuk pendapatan hotel masih didominasi dari hasil sewa kamar yang mencapai 70 persen. Peroleh dari penjualan food and beverage mencapai 20 persen, sisanya 10 persen dari penyelenggaraan even. Ke depan, kata dia, Santika akan lebih melakukan inovasi dalam penyediaan makanan maupun kegiatan-kegiatan lain yang mendukung pendapatan. “Ini penting mengingat persaingan di bidang perhotelan cukup tinggi, apalagi tahun ini pembangunan hotel cukup marak,” pungkasnya. (Radar Semarang) |

