| Realisasi Pajak Capai Rp 1,38 T |
| Wednesday, 29 April 2009 12:52 | |
|
Kuartal I/2009 di Kanwil I Jateng Kepala Ditjen Pajak Kanwil I Jateng Dedi Rudaedi kemarin mengatakan, penerimaan pajak pada kuartal I/2009 relatif rendah. Menurutny, realisasi penerimaan ini mengalami pertumbuhan 8 persen dibandingkan dengan periode sama tahun lalu mencapai Rp1,28 triliun. Berdasarkan data Ditjen Pajak Kanwil I Jateng, tercatat penerimaan kuartal I/2009 ini merupakan akumulasi dari beberapa jenis pajak, seperti pajak penghasilan (PPh) Rp 873,01 miliar, pajak penambahan nilai (PPn) dan pajak penambahan nilai barang mewah (PPnBM) Rp 439,54 miliar. Juga pajak bumi bangunan (PBB) dan bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) Rp 40 miliar, serta pajak lain-lain Rp 30 miliar. Dilihat persentasenya, penerimaan PPh sebesar 25,6 persen dari target Rp 3,41 triliun; PPn dan PPnBM 16,15 persen dari target Rp 2,72 triliun; serta PBB dan BPHTB hanya 4,04 persen dari target Rp 989,64 miliar. Sedangkan untuk pajak lainnya 18,57 persen dari target Rp 161,5 miliar. Menurut Dedi, penerimaan pajak kuartal I/2009 yang mencapai 19 persen cukup bagus. Jumlah wajib pajak (WP) kini meningkat signifikan, dan wajib pajak orang pribadi saat ini sudah mencapai 263.156 WP. “Tahun ini ditargetkan wajib pajak akan bertambah, dan mencapai 89.942 wajib pajak baru,”tambahnya seraya me-ngatakan makin banyak jumlah WP pengawasannya diprediksi akan semakin sulit. Dari jumlah WP ini, tingkat kepatuhan penyerahan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) per 31 Maret 2009 sesuai program sunset policy baru 157.835 orang, atau 60 persen. Sedangkan untuk WP badan (perusahaan) tercatat 47.222 WP, dengan tingkat kepatuhan penyerahan SPT baru 14.846 WP (31,44 persen). Diperkirakan tingkat kepatuhan penyerahan SPT baru ini terus meningkat sampai batas akhir sunset policy 30 April 2009. Soal pencanangan tahun pena-gihan pajak, tambah dia, selain bertujuan untuk mendongkrak peningkatan penerimaan pajak, juga untuk menggalakkan pencairan tunggakan, baik soft colection maupun hard colection kepada seluruh WP yang belum melakukan pelunasan. Dedi menambahkan, pihaknya juga akan memfokuskan pe-ngawasan lebih intensif pada seluruh WP dan bendahara pemerintah, melalui penelitian terhadap seluruh SPT yang telah masuk. (Radar Semarang) |

