| Santika Prioritaskan Investor Domestik |
| Wednesday, 29 April 2009 12:47 | |
|
SEMARANG-Santika Indonesia Hotels and Resort (SIHR) akan memprioritaskan investor lokal atau domestik untuk membangun hotel-hotel yang dikelola lewat manajemen kontrak. Tahun ini sembilan hotel akan dibuka, yakni lima Amaris Hotel, tiga Santika, dan satu The Royal Collection (boutique villa) yang sebagian pelakunya adalah investor lokal. Corporate Director of Marketing SIHR Donny Tisnantoro mengatakan peluang bisnis perhotelan yang terbuka itu menjadi daya tarik tersendiri. Beberapa investor lokal terjun di Manado, Makassar, Pontianak, Bali, dan Bogor. ”Kami memakai sistem manajemen kontrak minimal 10 tahun yang pengelolaannya di bawah Santika. Investor cukup menanamkan dananya untuk investasi bangunan,” jelas Donny di sela Travel Agent Workshop Re-Branding Hotel Santika Premiere dengan 90 agen travel di Semarang, kemarin. Besaran investasi bervariasi. Dicontohkan Hotel Amaris berbintang dua membutuhkan dana sekitar Rp 15 miliar. Kisaran kebutuhan dana per kamar bisa mencapai Rp 200 juta. Okupansi Tinggi Khusus hotel di bawah The Royal Collection setara bintang tujuh, antara lain The Samaya dan The Kayana, investasinya jauh lebih besar dan waktu pembangunannya lebih lama. Corporate Promotion Manager SHIR Vivi Herlambang menambahkan pembangunan sembilan hotel itu di antaranya berlokasi di BSD City Serpong, Banjarmasin, Balikpapan, Medan, Palangkaraya, Ambon, dan Ubud (Bali). ”Dengan penambahan itu jumlah hotel di bawah Santika Group menjadi 25 dari sebelumnya hanya 16,” jelasnya. Ditargetkan 50 hotel yang terbagi atas 25 Amaris Hotel, 20 Santika, dan lima The Royal Collection dibangun hingga tahun 2012. Potensi permintaan di daerah yang akan dibuka cukup tinggi. Terlihat pada rata-rata okupansi hotel yang di atas 67%. ”Okupansi di Bali dan Menado bahkan setiap bulan rata-rata bisa 80%. Tamu lokal mendominasi sebesar 75%, sedangkan sisanya tamu asing,” ujar Donny. (Suara Merdeka) |

